Minggu, 28 Desember 2008

PEMBUATAN PUPUK CAIR

PEMBUATAN PUPUK CAIR

Sampah memang kerap menjadi masalah yang cukup pelik. Minimnya kesadaran
masyarakat dalam mengurangi produksi sampah menjadi salah satu pemicunya.
Sebenarnya, permasalahan sampah ini bisa dikurangi dengan cara mengolahnya
menjadi pupuk.

Di sini, peran masyarakat memang cukup tinggi. Kita sebagai masyarakat, bisa
memulainya dari rumah sendiri dengan memisahkan sampah kering (non-organik) dan
sampah basah (organik). Sampah kering bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang
menjadi berbagai macam barang. Sementara itu, sampah organik bisa dimanfaatkan
menjadi kompos dan pupuk cair.

Pupuk yang dihasilkan dari sampah organik ini biasa disebut dengan pupuk
organik. Selain menyehatkan lingkungan, keunggulan lain dari pupuk organik ini
adalah dapat membantu revitalisasi produktivitas tanah, menekan biaya usaha
tani, serta meningkatkan kualitas produk.

Pada dasarnya, sampah organik tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk
padat, tetapi bisa juga dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair ini mempunyai
banyak manfaat. Mulai dari fungsinya sebagai pupuk, hingga sebagai aktivator
untuk membuat kompos.

Untuk membuat kompos cair dibutuhkan alat atau wadah yang disebut komposter.
Yakni sebuah tempat yang dibuat dari tong sampah plastik atau kotak semen yang
dimodifikasi dan diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Komposter ini
bertujuan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi
bermanfaat.

Berikut ini merupakan langkah-langkah pengomposan dengan menggunakan komposter:

1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah,
sisa ikan, dan daging segar agar terpisah dari sampah. Sampah berupa plastik,
kardus bekas minyak, oli, beling, dan air sabun harus dipisahkan agar prosesnya
berjalan cepat.
2. Sampah yang berukuran besar seperti batang tanaman, sayuran daun, atau
kulit buah yang keras sebaiknya dirajang terlebih dahulu agar pembusukannya
sempurna. Selain itu, volume sampah yang terapung juga semakin banyak.
3. Siapkan cairan bioaktivator boisca, yakni salah satu bioaktivator yang
bisa digunakan untuk mempercepat proses pengomposan. Bioaktivator ini berfungsi
untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Tata cara penggunaannya sebagai
berikut:
• Siapkan sprayer ukuran 1 liter.
• Isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur karena tidak
mengandung kaporit. Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus
diendapkan terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya agar kaporitnya
menguap. Pasalnya, kaporit di dalam air bisa mematikan mikroba yang ada di
dalam boisca.
• Tambahkan boisca ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter air
ditambah dengan 1-2 tutup botol boisca.
• Kocok-kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap digunakan.
4. Setelah sampahnya terkumpul dan dirajang, masukkan seluruhnya ke dalam
komposter, lalu semprotkan boisca hingga merata ke seluruh sampah dan tutup
rapat komposter.
5. Pada awal pemakaian, komposter baru bisa menghasilkan lindi (air
sampah) atau kompos cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi
dilakukan setiap 1-2 hari sekali.

Teknik pembuatan kompos cair ini diungkapkan Sukamto Hadisuwito dalam buku
Membuat Pupuk Kompos Cair yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Buku ini
berisi tentang tip mengolah sampah di rumah sendiri, jenis-jenis pupuk organik
padat dan cair, manfaat pupuk organik cair, serta aplikasi pupuk cair pada
tanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar